Perubahan iklim yang terjadi di dunia menyebabkan berbagai dampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan. Salah satunya pada kehidupan hewan-hewan yang ada di Kutub Utara.


Beruang di Kutub Utara | Bigthink

Efek pemanasan international atau perubahan iklim di Kutub Utara memperlihatkan dampak yang begitu jelas saat ini. Diantaranya termasuk kenaikan suhu udara dan air, hilangnya es laut , dan pencairan lapisan es Greenland, yang diamati sejak tahun 1970-an.

Perubahan iklim di Kutub Utara | Linkedin

Dampak paling menyedihkan akibat dari perubahan iklim yang terjadi di Kutub Utara adalah hilangnya habitat bagi beberapa hewan. Salah satunya Walrus, mamalia laut yang tersebar di Samudra Arktik dan Laut sub-Arktik di Belahan Utara Bumi. Mereka kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan hidup untuk mencari tempat yang aman.

Bertahan hidup dengan memanjat tebing

Mereka melakukan perjalanan untuk mencari tempat yang layak untuk mereka tempati. Karena tidak ada pilihan lain, beberapa dari mereka harus memanjat tebing untuk bertahan hidup. Namun, hal buruk menimpa mereka. Banyak dari mereka yang harus meregang nyawa karena terjatuh dari tebing. Walrus yang malang.

Walrus terjatuh akibat memanjat tebing | Linkedin

Banyak walrus yang tewas | Newsgroove

Padahal, habitat asli walrus sebenarnya ada di daratan es laut. Namun, karena peningkatan suhu yang disebabkan oleh perubahan iklim, daratan es laut mencair. Hingga tak ada lagi tempat bagi walrus untuk beristirahat.

Baca Juga Horseshoe Crab, si Hewan Aneh Penyelamat Hidup Milyaran Manusia – EB

Para walrus harus berenang jauh mencari tempat untuk tinggal, salah satunya harus mengungsi ke salah satu daratan kosong di Rusia. Di sana mereka tinggal bersama-sama, saling bertumpuk karena populasi yang cukup banyak dan lahan yang sempit.

Akibatnya, banyak walrus yang berebut lahan sehingga terjadi perkelaihan antar walrus dewasa. Bayi-bayi yang seharusnya bersama induknya harus terjepit diantara ribuan walrus, bahkan ada yang terlepas dari induknya.

Mereka terancam oleh lingkungan dan koloni mereka sendiri. Sedangkan, bagi yang tidak mendapatkan tempat, mereka harus bertahan hidup dengan memanjat tebing yang dapat mengancam nyawa mereka sendiri.

Pelaku utama dari pemanasan international dan perubahan iklim

Pabrik-pabrik buatan manusia | Arkasnews

Inilah akibat dari pemanasan international dan perubahan iklim yang menyebabkan kerusakan dan hilangnya habitat bagi kehidupan beberapa hewan. Sayangnya, banyak manusia yang tidak menyadari bahwa merekalah yang menjadi pelaku utama dari semua kerusakan itu.

Efek pemanasan international akibat ulah manusia menyebabkan berbagai macam masalah. Bukan hanya walrus yang harus kehilangan tempat tinggal, tetapi ada banyak hewan-hewan lain yang juga merasakan hal yang sama. Selain itu, dampak yang akan datang juga akan mengancam diri manusia itu sendiri.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *