pixabay

 

Speedometer merupakan alat yang bisa mengukur kecepatan laju kendaraan bermotor.

Namun, tidak ada speedometer yang bisa 100 persen akurat. Faktanya, sebagian besar pabrikan membuat spedometer berada dalam kisaran toleransi yang cukup sempit, tidak lebih dari 1 persen hingga 5 persen terlalu lambat atau terlalu cepat.

Selama mobil atau motor dipertahankan sesuai spesifikasi awal/pabrik, spidometer akan terus mencatat kecepatan kendaraan dalam kisaran ini. Namun, jika mobil/motor dimodifikasi, speedometernya mungkin perlu dikalibrasi ulang.

Mengubah ukuran ban adalah salah satu hal paling umum biasa dilakukan pemilik mobil/motor. Namun perlu diperhatikan bahwa mengganti ban tidak sesuai dengan spesifikasi awal dapat memengaruhi akurasi speedometer.

Perhatikan contoh di bawah ini.

Mobil Anda dilengkapi dengan ban yang dipasang di pabrik dengan diameter 55,372 cm. Artinya, lingkar setiap ban adalah 173,99 cm. Sekarang katakanlah Anda ingin mengganti ban dengan ban baru yang berdiameter 62,484 cm. Setiap ban baru memiliki lingkar 196,342 cm, yang berarti mampu menempuh jarak kurang lebih 20 cm lebih jauh setiap 1 putaran ban daripada ban sebelumnya.

Ini memiliki pengaruh luar biasa pada speedometer kita, Speedometer yang sekarang digunakan akan menunjukkan kecepatan yang terlalu lambat hampir 13 persen. Saat speedometer membaca 96 km per jam, mobil kalian sebenarnya akan melaju 109 km per jam!


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *