Laut adalah sistem pendukung paling penting bagi kehidupan di bumi. Bahkan makhluk hidup pertama di bumi berasal dari lautan.

Peran Dasar Lautan

Pada dasarnya, laut memiliki dua peran terhadap kehidupan. Pertama, laut menyerap dan mendistribusikan radiasi matahari. Tanpa laut, sinar dari matahari mungkin hanya ada di ekuator sedangkan wilayah kutub sangatlah sedikit cahaya, terutama di musim dingin.

Kedua, laut memberikan siklus air kepada kita. Dimana air menguap ke atmosfir dan turun lagi menjadi hujan, yang kemudian akan mengalami berbagai siklus lagi di bumi.

Gambaran Bumi yang Kering Tanpa Lautan

Bumi tanpa laut | NASA

Dalam skenario ini, lautan menghilang, namun kita tetap memiliki air. Air yang kita miliki berasal dari sungai, danau, sungai bawah tanah, dan es. Jika ditotal, itu hanya 3,5% dari total air kita saat ini.

Air dengan jumlah sesedikit itu tidak cukup untuk mengalami siklus air di seluruh dunia. Tanpa siklus air, tidak ada awan yang terbentuk. Akibatnya, hujan akan sangat langka.

Sebagian besar daratan akan berubah menjadi gurun pasir. Kita akan melihat dan merasakan sumber air kita di sungai dan danau terus berkurang hingga tidak ada yang tersisa.

Manusia mungkin masih bisa selamat dengan tinggal di bawah tanah dan mengakses air tanah. Namun di permukaan, hewan dan tumbuhan akan mulai satu persatu mati. Mungkin, ada beberapa pohon yang masih kuat untuk hidup.

Tanah kering | 123Rf

Apapun yang ada di permukaan akan menjadi kering. Kondisi ini akan berbahaya karena dapat membakar seluruh daratan. Jika terjadi kebakaran besar, akan terjadi pula pemanasan international karena karbondioksida yang dihasilkan oleh pembakaran.

Tanpa laut, sebagian besar sinar matahari akan diserap oleh daerah khatulistiwa. Sementara itu, efek rumah kaca dari kebakaran yang terjadi akan menjebak cahaya matahari yang ada di bumi.

Kemudian, perbedaan suhu antara siang hari dan malam hari akan terlampaui sangat jauh. Tekanan udaranya akan sangat rendah dan akan memicu angin yang kencang.

Suhu rata rata bumi akan meningkat hingga 62 derajat celcius, membuatnya hampir mustahil bagi makhluk hidup untuk tetap bertahan, kecuali jika hidup di bawah tanah.

Kategori: Sains

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *